Semangkuk Bakso Versus Muhammad Teladanku

Assalammualaikum Ayah & Bunda,


Suatu sore, terjadilah obrolan semangkok baso vs MuTe di benak seorang Ayah.
Buku ini memang mahal. Iya M A H A L.

MUhammad Teladanku
Muhammad Teladanku

Bahkan bila kita banding-bandingkan dengan harga semangkok baso. Makan baso bisa kita langsung bayar, makan berempat dengan keluarga plus minum es teh manis paling ga ampe ngerogoh kocek jutaan. Aaaaahh jadi makin ga penting aja buku MUTE yang M A H A L itu yah.

Ga pentinglah kita bacakan buku M A H A L itu, masih banyak buku lain kok. Daripada beli buku MuTe mending uang kita alokasikan saja untuk ngebakso sambil bareng keluarga, liburan biasanya pengen manjain keluarga, makan masakan luar yang rasanya kadang ngangenin juga. Aaah kuah baso itu menggoda, memanggil-manggil kami sekeluarga bila tak menyicipi kuah berkaldu sapi yang maknyus itu.

Tapiiiiiii, coba kita kalkulasi ya, jajan masakan luar per pekan, yuk hitung, sekali makan bisa rogoh kocek sekitar 100 ribu. Itu baru sekali makan, kalau tiga kali? Nah, sudah bisa ya ikutan arisan MuTe. Eh kok larinya ke MuTe lagi siiiih. Jangan ungkit-ungkit lagi loh, masih belum bisa mengerti kenapa banyak yang sampai ikutan inden berbulan-bulan lamanya buku dikirim. Kenapaaaaa cobaaaaa?

Semua hanya karena cinta kepada Rasulullah, makanya pada rela merogoh kocek setor cicilan atau ikutan arisan yang bisa 3x makan di luar selama satu pekan itu loooh. Tapi kan makan di luar itu kan penting. Manjain istri dan anak, kapan lagi cobaaaa?

Ya, kapan lagi coba kita kenalin keluarga kita dengan sosok mulia Rasulullah yg di jilid di dalam buku MuTe??? Mau nunggu sampai kapan?

Mahal itu karena kita tak mau membeli saja, padahal kita mampu. Mahal itu bukan karena kita tak pantas memilikinya karena memang kita belum merasa penting. Mahal itu bila kita tak merasa butuh untuk membacakan dan sekaligus mengajarkan cinta kepada Rasulullah. Mahal itu bukan jadi penghalang cinta kita, kalau cinta rasa baso yang mahalpun akan menjadi nikmat, semua berawal dari CINTA

Kenapa harus MuTe? Gizi sirah di dalam MuTe lebih pas untuk siapa saja yang membacanya. Bahasanya mengalir, anak-anak dan orangtua tidak merasakan kesulitan mencerna kalimat yang menjadi bacaannya, manfaat dari gizi yg terdapat di dalam MuTe insyaAllah menumbuh suburkan keimanan, bukan CINTA saja yg akan tumbuh, namun iman kepada Rasul akan menyertainya.

Bila CINTA itu MAHAL bagaimana bisa kita kisahkan pada anak cucu, bahwa berabad tahun yang lalu, seorang mulia ketika jelang ajal, masih memikirkan UMATnya, bagaimana bisa CINTA laki-laki mulia itu kita tukar dengan rupiah? Bagaimana bisa? Bagaimana hatimu membandingkan CINTA lelaki yang mendoakanmu, yang memikirkanmu? Bagaimana bisa?
‪#‎mute‬
‪#‎ONkanMutemu‬
‪#‎spiritnabawiyyahcommunity‬

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hafiz & Hafizah Talking Doll Edisi Baru :) (Cash Ready)